Senin, Oktober 28, 2013

Separuh Jiwaku Tinggal

Sebagian besar jiwa saya sekarang masih tertinggal di Oktober tahun lalu, sebagiannya lagi dimasa sekarang. Entah kenapa, saya bekerja tidak terlalu dengan hati. Sedikit saja menghadapi tantangan kerja, saya mulai mengeluh, membanding-bandingkan dan tentu setelah itu saya kerjakan juga.
Tidak ada yang salah sebenarnya dalam pekerjaan saya sekarang ini. Dulu kata orang-orang "biasakan untuk tidak berada di zona nyaman kalian," tapi saya rasa sudah cukup semasa kuliah saya begitu. Waktu kuliah saya tidak hanya dihabiskan belajar, tapi juga bekerja, berorganisasi dan bergaul.
Kembali lagi ke Oktober tahun, bulan yang paling berkesan, bulan yang begitu penuh 'drama' dan bulan awal saat kenangan lainnya tersemai.

Tahun lalu, saya harus memutuskan untuk resign meski saya sudah sangat jatuh cinta dengan pekerjaan saya, ditambah lagi kuliah yang sudah usai. Saya sudah mengenakan toga tanda predikat mahasiswa saya sudah saya buang jauh-jauh. Oktober tahun lalu saya harus berangkat ke Negeri Kangguru, disana belajar tentang 'kehidupan'.
Tanggal 4 Oktober saya naik Garuda, dari Pontianak ke Jakarta. Tanpa perasaan apa-apa waktu itu, euforia sedikit saja karena mau berangkat keluar negeri. Bertemulah saya dengan 17 orang lainnya, dari Aceh, Sumut, Bengkulu, Sumbar, Babel, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, NTB, Kaltim, Sulsel, Sulteng dan Sultra. Bertemu secara resmi karena memang sudah lebih dulu kenal lewat dunia maya.
Singkatnya, kami bertemu berminggu training sebelum keberangkatan dengan berbagia bekal 'tempur'. Lalu kami dilepas untuk berangkat sendiri, tanpa siapa-siapa tanpa arahan apa-apa.

Setibanya kami di Melbourne, sudah disambut oleh panitia yang akan mengorientasi kami terlebih dahulu. Kami dikenalkan dengan transportasi umum, gaya hidup dan sebagainya tentang australia. Selepas berada dalam orientasi kami diberikan lagi kepada pihak lain yang judulnya menjadi Keluarga Angkat kami. Berkesan sekali yang satu ini, hidup dengan orang tua yang lain, warna kulit lain dan budaya yang lain. Saya hidup berdua dengan saudara Indonesia saya disini. Jadwal setiap minggunya, senin promosi budaya disekolah-sekolah australia, selasa-jumat bekerja (magang).
Tiga minggu berlalu, kami harus pindah lagi dan rasanya saya sudah ahli sekali dalam mengepak barang-barang saya. Kami berlibur, kesebuah tempat wisata yang ada sungainya, ada perkemahannya dan sangat tenang sekali. Kegiatan rutin kami disana tertebak, bangun pagi, makan, bermain, berlatih, bermain lagi, bermain lagi, bermain kemudian tidur hingga kami bosan dan cukuplah semingguan kami harus pindah lagi, bertemu keluarga baru lagi, beradaptasi lagi. Kali ini kami hdiup di Benalla, saya tinggal bersama dua orang tua yang bisa dibilang seumuran dengan kakek-nenek saya. Kali ini saya kembali tinggal dengan saudara Indonesia saya.

Habislah sudah hari-hari setelah ini di Benalla, hanya 3 minggu, kemudian kami pergi lagi, berkemas lagi.

Saya belajar, selama disana hidup itu singkat buatlah manfaat.