Kamis, April 26, 2012

1 Book 1000 Smiles


Halo!

Judul diatas sudah mewakili postingan saya kali ini. One Book One Thousand Smilesmerupakan cikal bakal program kami di Excellence English Club di tahun 2012 ini. Kami mengumpulkan buku-buku bekas yang layak pakai dan layak baca bagi anak-anak SD. Sasaran kami kali ini masih sama seperti tahun lalu yakni SDI Miftahusholihin.
Kondisi sekolah yang dimaksud terdiri dari tiga lokal, satu lokal lainnya untuk kantor guru dan dua lokal untuk proses belajar-mengajar dilakukan. Keberadaan SDI ini bisa dikatakan cukup terpencil. Meski Siantan, nama daerah tempat sekolah ini berada, masih disekitaran ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Pontianak. Tetapi, SDI Miftahusholihin ini berada jauh kedalam dan terletak dekat dengan perkampungan pemulung. Sungai Selamat, nama daerah untuk sebutan sekitar sekolah dasar ini. Sumbangan sukarela dari orang tua murid inilah menjadi sumber gaji untuk membayar guru-guru yang mengajar disini. Tapi kadang kala itupun tidak pasti, guru-guru disini tetap iklas mengajar. Kadangkala jika musim hujan tiba, sering anak-anak tidak masuk sekolah karena mereka sudah tahu pasti mereka akan belajar basah-basahan, melihat kondisi atap sekolah yang bocor. 
Untuk itu kami dari Excellence English Club mengadakan pengupulan donasi buku dan donasi lain (berupa uang atau lainnya) diperuntukan bagi anak-anak di SDI Miftahusholihin ini. Selain itu, kami juga mengadakan e-Teaching, program mengajar selama satu semester (untuk saat ini) yang akan diadakan pada semester depan. Jika ada yang tertarik atau ingin menjadi Volunteer untuk Youth Action #1Book1000Smiles dan #eTeaching bisa menghubungi saya Ollid (085252582008). :’) 

Minggu, Januari 15, 2012

Untukmu kekasih setia

Teruntuk Wanitaku yang paling setia,

Minggu ini aku merasakan rindu yang teramat. Aku lupa membawa gambarmu didalam dompetku. Ya, ini memang aku yang senantiasa larut dalam setiap rindu yang aku tumpuk satu-satu hingga menggunung dan menenggelamkan aku. Jarak kita memang hanya empat jam. Tapi kau tahu? itu saja bisa memisahkan kita hingga sebulan lamanya. Kadangkala mendengar suaramu pun aku masih malu-malu.
Oiya! hari ini aku akan pulang, akan ku bawakan kau oleh-oleh kesukaanmu. Bingke! Tentu rasa spesial yang selalu kau tagih setiap aku akan pulang. Satu lagi, ketika aku datang nanti aku ingin disambut masakan terenak buatanmu. Suguhi aku senyum dan pelukan paling hangat.
Saat membaca ini kau pasti akan dirundungi lebah, sebab kau bungaku.
Kau adalah kekasihku paling setia. Menjagaku ketika dirahimmu. Mengasuhku disetiap tangisku dan mengingatku ketika khilafku. Meski sendiri kau ajarkan aku untuk tahu bahwa hidup itu indah.
Sampai disini dulu, sampai bertemu kembali dirumah. A-ku sang-at rin-du i-bu  :)

Dalam Kasihmu,

Ollid





Sabtu, Januari 14, 2012

Rindu Ayah dan Pelukannya

Untuk Ayah tersayang dipelukan Tuhan,

Ayah apa kabar ? pasti sedang bersantai mingguan dibawah teduhnya langit surga. Disini anak bungsumu baik-baik saja. Oiya, Mama juga baik. Tambah cantik. Hehe. Sekarang Mama lagi senang yah, soalnya kak mala bentar lagi melepas masa lajangnya. Bulan depan tepatnya dia menikah. Sekarang sedang sibuk-sibuknya. Kalau ayah disini pasti jadi wali pernikahannya.
Oiya, olid sekarang semester akhir yah. Bentar lagi wisuda, Asyik!!!
Yah. Sudah 19 tahun yang lalu ayah pergi. Waktu itu olid umurnya baru  dua tahunan. Sekarang ayah tahu? olid sudah lupa bagaimana rasanya pelukan ayah waktu olid menangis atau berhasil menggapai sesuatu. olid rindu itu dan rasanya jika -pun bisa olid minta ayah datang ke mimpi olid ya malam ini.
Itu saja yah. Kalau ayah baca ini segera hampiri mimpi nanti malam ya. Oiya Mama bilang dia juga kangen. ^_^ 

Anak Bungsumu,

Ollid

Senin, Maret 28, 2011

Curhat : Belajar Bahasa Asing itu Penting !

So, Its my experience. Jadi disemester yang baru ini aku mendapat mata kuliah baru, namanya pengukuran kinerja, nah buat anak-anak Ekonomi pastinya sudah tahu. Referensi bukunya belum ada dari Indonesia, karena itu sudah bisa ditebak bahwa seluruh teori yang didapat berasal dari luar, tentunya dalam bahasa asing. Ini yang banyak buat teman-teman sekelas mengeluh dan termasuk aku yang sedikit mengeluh, bayangkan saja, buku wajib pegangan yang diberikan oleh Dosenku adalah karya Theodore H. Poister, buku ini full English, dan dengan kata-kata baku yang kadang membuat aku sedikit kewalahan untuk menterjemahkannya. Ini dia faktor penting dari hal yang ingin aku ceritakan disini. Belajar dan mengerti bahasa asing itu sangat penting,    apapun itu, setidaknya kita bisa mengerti salah satu bahasa asing didunia ini, misalnya Mandarin, dan yang terpenting itu pasti Inggris. Sekarang Aku sedang Mendalami Bahasa Negeri Ginseng yaitu Korea dan selanjutnya aku ingin belajar bahasa Rusia atau negeri Eropa Lain, aku pikir karena mereka menggunakan Huruf yang berbeda dari Negara Lain Kebanyakan, Kalau Korea Hurufnya kita sebuat Hangul (한글) dan ini yang membuat aku tertarik untuk mempelajarinya selain hurufnya yang mudah di Ingat tata bahasanya yang Indah dan enak didengar, setelah itu Cyliric, huruf rusia ini lucu dan agak ribet untuk dipelajari, karena kita belum terbiasa dengan huruf-huruf yang dibalik.
well, itu saja post aku kali ini. semoga kita selalu bersemangat untuk belajar bahasa asing apapun itu.

Sabtu, Maret 05, 2011

Ratu dengan 4 Putri dan 3 Pangeran (Part I) -Lanjutan

ini lanjutan yang kemarin ya.

Namun bukan berarti ayahku tidak pernah memukul. bagiku itu bukanlah kekerasan, itu hanya pelajaran yang ayahku berikan kepada abangku, yang menurutku itu memang sudah keterlaluan, begitu yang aku dengar cerita dari kakak-kakak ku, aku tidak ingat pasti apa ceritanya, yang jelas itu adalah kesalahan abangku yang tidak mau mendengar perkataan ayahku.
Itu hanya cerita lain, setelah kepergian ayahku, kami semua harus bangkit, harus bangkit dari kesedihan, dari semua hal yang tak berguna untuk disesali. Langkah pertama yang ibuku lakukan adalah, dengan menjual rumah kami, hanya sekedar informasi, kami sudah pernah pindah rumah sebelumnya, dulu kami sekeluarga tinggal di Rumah Panggung (Rumah Khas Melayu) di tempat inek (panggilan melayu ngabang untuk nenek), tepatnya didesa raja. Waktu itu aku belum lahir, jadi aku tidak tahu pasti kronologis kepindahan kami.
 Ibuku pun menjual rumah kenangan itu, rumah dimana ada tawa dan kesedihan ayah, rumah dimana pernah ada teriakan kemarahan ayah pada saudara-saudaraku (aku belum pernah dimarah mungkin, maklum masih kecil), tiada lagi kata, "jangan main sampai magrib," itulah kata yang sering ayahku bilang pada saudara-saudaraku, maklum saja, didekat rumah banyak anak yang seumuran dengan mereka.
Akhirnya kepindahan itu terjadi, kami sekeluarga (lagi-lagi tanpa ayah) pindah ke daerah pasar, lebih tepatnya namanya pasar jati, aku tidak ingat pasti kepindahan itu berlangsung bagaiman, yang aku ingat rumah yang kami tinggali itu adalah RuKo (rumah toko) bekas pabrik air bersoda (aku menyebutnya Pipo), disanalah kami merajut kembali kehidupan baru dengan seorang Ratu dan 7 orang Anaknya.
Untuk menghidupi kami, ibuku bekerja sebagai buruh kasar tambang pasit didekat rumah, dibelakang rumahku 20 meter ada sungai, dan disana banyak penambang pasir dan batu. Pengahasilan dari menggangkut pasir menggunakan semacam keranjang yang di gendong (Enge, nama daerahnya) lumayan untuk makan, lalu pasti bertanya bagaimana ibu membiayai sekolah ?
Ayah meninggal sebagai PNS, sehingga ada dana pensiun yang diberikan, setidaknya saudara-saudaraku masih bisa bersekolah.
Aku masih ingat betul, aku sering membantu ibu mengangkut pasir itu juga namun dalam jumlah sedikit, aku merasakan panas yang juga ibu rasakan, merasakan haus yang ibu rasakan, namun tak ada keluar sedikitpun keluhan dari mulutnya.
Karena didaerahku masih banyak hutan, biasanya ibuku setelah bekerja mencari sayuran hutan berupa pakis atau memetik daun katuk (kami menyebutnya cangkok) di belakang rumah.
untuk lauk, karena disaudara aku tidak suka makan ikan, jadi ibu selalu membelikan ayam, namun jika tidak ada uang, ceker atau sayapnya pun ibuku belikan agar aku mau makan.
Selain bekerja sebagai buruh kasar, ibuku juga bekerja bersama seorang tionghoa, yang hingga saat ini aku tidak tahu pasti namanya, namun biasanyaa aku memanggilnya kak chu , ibuku adalah seorang yang gaul (pada zamannya) karena apa, beliau begitu banyak teman mulai dari berbagai suku dan agama.
suatu ketika aku pernah bertanya.
" Mak, ngape beh umak suke jalan-jalan same kak chu ? dia kan china," tanyaku dengan nada lugu
"Jangan pernah milih-milih dalam bekawan, walaupun beda suku, inyankan hanya identitas, inyan yang jadi kebanggaan, kelak suatu saat direk (kita) pasti butuh bantuan dan dua' die (mereka) juga butuh bantuan dire', jadi bekawan dengan siape jak dak akan membuat direk rugi, " jawab ibu ku.
Maklum saja, namanya anak kecil selalu ingin tahu sesuatu yang tidak ia mengerti.
*bersambung*

Rabu, Maret 02, 2011

Ratu dengan 4 Putri dan 3 Pangeran (Part I)

di post kali ini, cerita Khusu, tentang IBU aku.




kami adalah dengan jumlah saudara yang cukup banyak, maklum saja, dulu program KB belum gencar dikampungku. aku memiliki 6 saudara lagi, aku anak bungsu, artinya Ibu ku punya 7 orang anak. yah, mungkin hal yang wajar jika saja kami ber-7 memilik seorang ayah dan seorang Ibu. namun, yang membuat kalian akan tersentak adalah, ibuku merupakan seorang single parent. harus menghidupi 7 orang anak sekaligus, harus membiayai segala macam kebutuhan kami. saat itu, saat dimana dimulai kehidupan baru untuk Ibuku, aku dan saudara-saudaraku. tepat pada saat aku berumur sekita 2 tahun setengah bulan, sang raja dikeluarga kami pergi, pergi menghadap raja yang lebih tinggi lagi. Ayahku pergi, meninggalkan kami, Istri dan anak-anaknya, pergi disaat Putri tertuanya akan lulus dari SMA dan ingin melanjutkan kuliah, kejadian itu terpaksa membuat Kakakku itu memupuskan harapannya sendiri untuk menjadi calon guru.

Ayahku pergi tidak meninggalkan Harta atau warisan seperti raja-raja lain, tidak meninggalkan tahta yang megah atau semacamnya, dia hanya meninggalkan ILMU , ilmu yang diajarkan ke Ibuku bagaimana mendidik anak-anaknya kelak, mendidik anaknya setidaknya berguna untuk dirinya sendiri dan lingkungannya, ayahku Tegas dan dia tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam ketegasannya.

*bersambung*

Selasa, Februari 22, 2011

Putih Abu-abu dan Pelangi : last part

Evan HanggaraDan seperti yang gw katakan di First Post about This title, gw mau menceritakan sahabat-sahabat gw disini, dan ini akhir dari ke-3 sahabat gw yang gw akan ceritakan di POST gw kali ini.
Langsung ke TKP
dan lagi, dia seorang laki-laki paruh baya, sebut saja bunga (ekh, mirip korban pencabulan ya ? pake nama bunga pula) hahaha
but, itu semua palsu readlidd, dia juga angkatan gw, cuma dia kelahiran 91, dan gw 90, beda setaun doang, tentunya wajah gw lebih muda kok, dia agak boros wajahnya.
Namanya gw hafal banget, Julius Evan Hanggara Mas. gw kenal dari dia masih kecil, dari kita blm sekolah, sampai kita 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA. dan waktu kecil juga, dia temen deket gw, ekh gak deh, dia yg sok-sok gitu dekat sama gw. hahaha
hemm, kita mulai serius dikit, dia itu anak yang sangat pintar ketika SD, dia adalah saingan gw, He is Nice Friend and Good Competitor.
sedikit banyak gw belajar apapun dari dia, selain dia punya fasilitas dan dia seorang teman yang baik dari sisi apapun itu.
Sekarang epan kuliah di Arsitek tuk, dia bakalan jadi arsitektur yang handal gw yakin itu.
Jika pada mau tau gmn orangnya, ini Akun dia di FB Evan Hanggara

ok sekian post kali ini, gw lagi pengen cari orang yang bisa membenarkan Blog yg tidak begitu unyu ini.