Selasa, Februari 22, 2011

Putih Abu-abu dan Pelangi : last part

Evan HanggaraDan seperti yang gw katakan di First Post about This title, gw mau menceritakan sahabat-sahabat gw disini, dan ini akhir dari ke-3 sahabat gw yang gw akan ceritakan di POST gw kali ini.
Langsung ke TKP
dan lagi, dia seorang laki-laki paruh baya, sebut saja bunga (ekh, mirip korban pencabulan ya ? pake nama bunga pula) hahaha
but, itu semua palsu readlidd, dia juga angkatan gw, cuma dia kelahiran 91, dan gw 90, beda setaun doang, tentunya wajah gw lebih muda kok, dia agak boros wajahnya.
Namanya gw hafal banget, Julius Evan Hanggara Mas. gw kenal dari dia masih kecil, dari kita blm sekolah, sampai kita 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA. dan waktu kecil juga, dia temen deket gw, ekh gak deh, dia yg sok-sok gitu dekat sama gw. hahaha
hemm, kita mulai serius dikit, dia itu anak yang sangat pintar ketika SD, dia adalah saingan gw, He is Nice Friend and Good Competitor.
sedikit banyak gw belajar apapun dari dia, selain dia punya fasilitas dan dia seorang teman yang baik dari sisi apapun itu.
Sekarang epan kuliah di Arsitek tuk, dia bakalan jadi arsitektur yang handal gw yakin itu.
Jika pada mau tau gmn orangnya, ini Akun dia di FB Evan Hanggara

ok sekian post kali ini, gw lagi pengen cari orang yang bisa membenarkan Blog yg tidak begitu unyu ini.

Rabu, Januari 19, 2011

Esai apa Essay ?


Pangeran Ketujuh

Pada rabu tengah hari, lahir bayi laki-laki  dengan kulit putih bersih tepat sehabis azan zuhur. Kalender menunjukan tanggal 17 Oktober 1990 kala itu. Ibu dari bayi laki-laki itu kemudian mengalami pendarahan dan segera dibawa kerumah sakit oleh bidan yang bertanggung jawab untuk mendapatkan pertolongan.
Bayi laki-laki yang dilahirkan itulah aku, nama lengkap yang diberikan kepadaku adalah Ya’ Muhammad Maulidin, nama yang diberikan bukan dari ayah maupun ibuku, tetapi nama yang diberikan oleh semacam sahabat dekat dan masih ada hubungan saudara dengan ayahku. Entah kenapa ayahku memberi kepercayaan kepada sahabatnya itu untuk memberi nama kepadaku, Nama yang ku pikir mengandung doa yang dalam dan harapan yang besar terbeban kepadaku. Aku anak bungsu dari 7 bersaudara, dengan saudara tertua wanita yang memiliki jiwa yang besar dan aku banyak belajar dari saudara-saudara ku. Jika kujelaskan namaku, maka begini penjelasannya, Ya’ itu adalah semacam marga atau gelar yang diberikan kepada keturunan-keturunan keraton atau raja-raja, itu gelar untuk lelaki, sedangka wanita Nyemas, begitu yang aku ketahui. Sedangkan nama Muhammad dan Maulidin adalah nabi dari agama yang ku anut. Aku berasal dari keluarga yang bisa dibilang sangat sederhana, karena ayahku meninggal pada saat aku berumur 2,5 tahun dan hanya meninggalkan pensiun kepada kami semua, untuk itu ibuku mencari tambahan dengan bekerja apa saja, yang aku ketahui beliau menjadi buruh pengangkut pasir dan batu, terkadang sepulang sekolah atau hari libur aku juga turut membantu. Lalu, perusahaan pasir itu bangkrut dan ibuku beralih menjadi petani karet, karet yang dimiliki perusahaan.
Pengalaman mulai dari belum sekolah hingga sekarang ketika aku mulai menjejaki bangku kuliah, aku belajar tentang menghadapi diri sendiri. Selama 5 Tahun di Sekolah Dasar aku belum pernah sekalipun mendapatkan peringkat pertama maupun kedua dikelas, entah kenapa yang mendapat peringkat tersebut adalah anak salah satu guru yang kebetulan mengajar di SD tersebut.  Padahal aku sudah belajar semampu yang aku bisa ketika itu. Menurutku aku tidak terlalu bodoh dan nilai harianku juga selalu memuaskan. Aku selalu berusaha agar mendapatkan peringkat 2 ataupun 1, jerih payahku terjawab pada kelas 6 aku berhasil mendapatkan peringkat satu pada semester ganjil dan yang menduduki 3 besar adalah orang-orang yang tidak langganan juara pada 5 tahun terakhir, ini karena guru pengajar bukan lagi salah satu orang tua dari muridnya. Melalui kejadian itu aku belajar bahwa sesuatu kebenaran harus selalu di perjuangkan.
Kemudian ketika menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama, aku bertemu dengan teman-teman yang membuatku selalu giat untuk belajar, mereka semua teman-teman yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, dari sinilah aku belajar bekerja dalam tim sepenuhnya. Tugas yang diberikan oleh guru yang mengharuskan kami semua untuk bekerja secara berkelompok membuat ke egoisan masing-masing dari kami luntur, “untuk menjadi yang terbaik bukan menjatuhkan sesama, tapi bagaimana membuat kita semua mengerti proses bersaing,” begitu kata guru Matematikaku. Bekerja dalam tim memang tidak mudah, untuk mencapai kemudahan itu kita harus mengerti satu dengan yang lain.
Orang bilang: “ masa-masa SMA adalah masa yang tidak terlupakan,” kata-kata itu ada benarnya dan sangat aku mendukung itu. Permulaan SMA aku mulai lebih giat lagi untuk belajar karena setelah dari sini akan dimulai kehidupan yang baru yaitu ‘kuliah.’ Memasuki SMA tidaklah mudah bagiku, karena ketika itu SMA favorit di daerahku dan kebetulan abang iparku sebagai salah satu staf Tata Usaha, sehingga aku harus berusaha keras menghilangkan pandangan bahwa aku lulus di SMA ini bukan karena ada abang iparku disana. Aku mengikuti tahap seleksi tertulis dan lolos dengan great nilai 82 dari 100 soal campuran, hasil tes dibacakan hari itu juga didepan peserta test yang lain.
Perjalanan di SMA semakin asik saja, kelas 10 pertengahan semester genap tiba-tiba aku diutus bersama temanku seorang siswi untuk pergi ke Pontianak menghadiri Loka Karya yang diadakan salah satu LSM di Kalimantan Barat. Disana aku bertemu dengan teman-teman  baru dari kabupaten dan kota lain. Aku merasakan aku mendapati diriku sebagai seseorang yang mudah bergaul dan selalu ingin di akui keberadaannya. Benar saja, aku pun dipilih sebagai salah satu ketua tim ketika pembagian kelompok untuk memberikan aksi mengenai wajah pendidikan di Kal-Bar pada saat itu. Aku termasuk orang yang mudah bergaul, sehingga tidak sulit bagiku untuk akrab dengan siapa saja.
Tahun berganti, aku naik kelas 11. Aku memilih jurusan IPA, sebelum naik kelas 11 sebulan sebelumnya aku dikirim ke Palembang untuk menjadi peserta Jumbara Nasional PMR VI, untuk mencapai tahap ini aku sebelumnya seleksi di sekolah dahulu. Aku merupakan Junior di PMR SMA ku pada waktu itu, melihat pengumuman bahwa akan ada seleksi untuk di kirim ke Jumbara Daerah, aku niatkan diri untuk ikut seleksi. Tapi takdir berkehendak lain, pada saat waktu seleksi aku sakit sehingga tidak bisa hadir, aku kecewa. Namun, aku berusaha agar aku dapat ikut seleksi juga, ternyata ada teman yang senasib, ada sekitar 8 orang sehingga kami meminta agar kami diseleksi, alhasil seleksi yang diharapkan adalah berupa menuliskan artikel mengenai PMR kala itu. Aku lulus seleksi dan aku dikirim ke Jumbara Daerah dan aku juga lulus seleksi untuk mewakili kalbar ke Jumbara Nasional di Palembang.
Aku juga pernah mewakili Kal-Bar di Bulan Bahasa, saat itu lomba musikalisasi puisi, sayangnya kami tidak berhasil membawa pulang piala.
Kelulusan tiba, aku lulus dari SMA dan Mengikuti seleksi Universitas, aku Lulus namun tidak sesuai dengan jurusan yang aku harapkan sehingga aku memilih seleksi lagi dan lulus aku mengambil jurusan Akuntansi yang sangat bertolak belakang dengan jurusanku, namun inilah tantangan yang harus aku hadapi. Kampusku yang sekarang aku mengikuti salah satu organisasi kemahasiswaan dan dari situlah aku berhasil menjadi delegasi mewakili kampus untuk pengembangan wawasan Internasional ke Korea Selatan. Aku harus mengikuti seleksi kampus dulu, dengan wawancara yang dilakukan dan kemudian membuat makalah untuk dikirim ke Direktorat Pendidikan Tinggi, ada beberapa masalah yang tidak harus kuceritakan karena melibatkan beberapa pihak dalam masalah tersebut.
Menjadi anak bungsu menjadi beban tersendiri bagiku, karena harus memiliki telinga yang kebal untuk dibanding-bandingkan serta harus rela menjadi bulan-bulanan kejahilan oleh saudara-saudara yang lain. Namun, aku senang menjadi anak ke-7 dan bungsu dari saudara-saudara yang membuat aku belajar untuk tidak mengeluh dengan keadaan.

Minggu, Januari 09, 2011

Putih Abu-abu dan Pelangi ! Part 2

Baiklah, postingan tanggal "8 Nov 2010" dan sudah begitu lama tidak saya lanjutkan, kini saya lanjutkan kembali.
Ini kisah tentang Sahabat saya yang begitu baik.
His Name Afnindy Leo Putra 
Seorang Sahabat yang saya kenal pertama kali mendengarkan Arahan MOS (Masa Orientasi Siswa) waktu masuk SMA dulu,
Awal Kenalannya begini
pagi itu langit masih terlihat biru, saya berjalan dengan tergopoh-gopoh memasuki gerbang SMA Negeri 1 Ngabang. Saya kira hanya saya yang terlambat, ternyata begitu banyak Siswa Baru yang terlambat, dan sedikit membuat saya lega.
Kami pun di perintahkan untuk berkumpul di lapangan upacara oleh kakak-kakak kelas yang berwajah Innocent dan sedikit menyebalkan, disini belum terjadi apa-apa.
ketika berkumpul disebelah saya berdiri seorang Siswa baru juga, saya membuka pembicaraan
Saya : Hei. Whats your name ? (dengan sok-sok inggris saya menyapa)
Beliau: Afnindy Leo Putra, panggil aja Leo (Dia Masih sok Cool)
Saya: Dari SMP mana ? (saya mulai mengakrabkan diri, karena kasihan melihat wajahnya yang lugu :P)
Beliau : SMP 1 Beduai (dia masih Jaim)
Saya: Hah ? Dimana tuh, Dak NGETOP. . :D (Saya memang orangnya Ekspresif, jadi gak bisa menyembunyikan Rasa)
Beliau : Hahaha (dia tertawa Garing)

Itulah awal kenalan Kami yang berujung pada Persahabatan 4 Lelaki Absurd yang Gila.
Leo begitu saya memanggilnya
Tidak disangka ternyata pada pengumuman pembagian kelompok MOS saya 1 Kelompok dengan Beliau. :p
Yah, dikelompok itu saya dipilih menjadi Ketua kelompok, dan membuat saya sedikit terbebani, karena harus memimpin sejumlah teman-teman yang tidak begitu saya kenal.
Leo pernah bilang pada saya.
Beliau : Lid ! dulu aku kira kau itu anak paskib, abis klo kau nyiapkan barisan pasti badan kau tegap sekali (Nada bicara nya ini sedikit mengOLOK, kebetulan saya tidak tinggi bukan rendah yaa.. :P)
Saya : hahaha (tertawa Garing)

Hemm, ya itu perkenalan kita.
Leo itu seorang yang memiliki kecerdasan Linguistik yang patut saya acungi jempol, berkat dia, saya setidaknya bisa BaBiBuBeBo dalam Bahasa Inggris, dia orangnya mudah bergaul.
Dan agak sedikit tempramental, klo menurut saya.
Berhubung Fotonya gak Saya bawa di FlashDisk Saya, jadi saya tampilkan Link Akun Jejaring Sosial dia Afnindy Leo Putra .
Leo ini juga Sangat Maniak Manga. Salah satu kebisaannya yang sangat saya kagumi adalah Leo Bisa Menggambar Dengan Apik segala macam Kartun Jepang. :)
Saya Bangga Punya Teman Seperti Mereka.
*to be Continued*

Sabtu, November 13, 2010

Pasar Jati-Pontianak-Jakarta-Seoul




Ini post yg kesekian kali dari gw.
Jarang banget nge-Update-in blog ini, karena apa ? kuliah itu sibuk. gak seperti yang kita bayangkan dulu waktu lagi make baju seragam. klo gw pribadi, waktu itu pengen banget cepat-cepat kuliah. Eh, taunya pas kuliah pengen balik lagi ke SMA, masa-masa indah gw dulu. :)
Tapi gw gak mau menyalahkan kuliah, kuliah itu baik kok. Kuliah juga yang membuat kita jadi dewasa entar, jadi mengenal dunia nantinya. :0
karena kuliah juga sih gw akhirnya bisa pergi ke Negeri Kimchi.
ah, kadang sesuatu itu ada enaknya ada juga gak enaknya.
baiklah dipost kali ini gw pengen menceritakan pengalaman gw sebelum dan pada saat berada di Tempatnya Ginseng terbaik di Dunia itu.

Lembar Pertama (Sebelum Berangkat)
Pasti pada nanya, kenapa gw bisa terdampar di tempat serial drama yg digemari cewek-cewek tersebut ? ya ceritanya begini, adalah program dari DIKTI (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) tentang Pengembangan Wawasan Internasional Badan Eksekutif Mahasiswa, program tersebut setiap tahunnya akan mengirim mahasiswa-mahasiswa yang akan mewakili kampus mereka untuk mengikuti segala kegiatan tersebut kenegara-negara yang menjadi tujuan.
pada saat tahun ini 2010 ada 4 negara yang dituju, yakni, TURKI, INDIA, KOREA SELATAN dan Terakhir belum tahu, dengar kabar burungnya antara NEW ZEALAND ama JEPANG. gak tau juga gw. nah, gw berada pada giliran negara ke-3 berangkat yakni KOREA SELATAN.
nah, sebelum berangkat flashback dulu ke diri gw. gw terpilih mewakili kampus dengan beberapa seleksi yang gw bilang cukup ketat, ada wawancara (menggunakan bahasa Inggris) dan Sesi Debat Bahasa Inggris tentang Wawasan Organisasi, Tentang Pengetahuan Umum, dan Lain-lain.
dan akhirnya pun gw lulus mewakili kampus. syarat berikutnya yaitu membuat Papers dalam bahasa Inggris lagi, dan gw juga buat. kemudian diwawancara lagi sama pihak dikti, ditanya ini itu, kehidupan gw, dan setelah diwawancara via telpon. Orang yang nelpon gw tersebut gak ada kabar, sedikit khawatir gw (bukan sama orang yg nelpon loh ya ) gw lulus apa gak, hari kehari gw tunggu (di kursi taman, gw sibuk ncabutin kelopak bunga, smbil ngomong lulus, gak, lulus gak) hahaa
akhirnya, datanglah surat dengan amplop pink (gw bohong, amplopnya coklat) dan isinya surat yg berisi nama-nama mahasiswa yang lulus seleksi dan akan segera berangkat ke SEOUL, KOREA SELATAN. gw shock *panik, mulut berbusa* (gw bohong lagi)
dan akhirnya gw persiapan berangkat, buat ini itu, eh, tau-tau berangkatnya diUndur, tapi gak apa-apa berangkat diundur, intinya berangkat. :)

Lembar Terakhir (Malas Bgt gw ngasi sub judul kayak gini ribet)
Tibalah waktu keberangkatan, ini kali pertamanya gw berangkat seorang diri ke Jakarta, gw panik, shock, gw takut diculik. T.T
tibalah gw dibandara Supadio Pontianak. Pesawatnya Boarding jam 8, gw dateng jam 6.30 (niat banget gw waktu itu) gw menunggu di Lounge. dan gate udah dibuka gw pun masuk kePesawat
pesawat Boarding (gak ada spesial-spesialnya )

Ok, gw nyampe SoeTTa, lagi-lagi gw niat banget, gw naik Damri kesenayan. dan sampe di Senayan gw nyampe DIKTI (horee gw gak diculik )
sampelah di dikti, gw naik kelante 6 (gw sok, gak nanya satpam dulu) karena disurat pertama (sebelum diberitahukan keberangkatan diundur, katanya dilante 6, eh, pas nyampe dilante 6, tidak ada tanda-tanda kehidupan. gw bengong, kembali shock.
Kebetulan ada ibu-ibu liwat, gw tanyain beliau
gw : bu, ini betul dikti kan bu ?
ibu itu : bukan dek, ini pasar sayur !
gw : Hah ?
Ibu itu : ya iyalah ini dikti, kenapa ?
gw : yang mau berangkat ke Korsel dmn bu ya ?
ibu itu : udah berangkat dek.
gw ; hah ? *shock*
ibu itu : ya gaklah, noh, dilante 3, kesono aja.
gw : ok. baiklah bu. gw salamin ibu itu, dan gw kasiin permen ke beliau, :)
(percakapannya gw ubah, gak segitu juga kok )

sampe gw dilante 3, baru ada 3 orang, dari tadulako, sama dari USU.
gw kenalan, namanya Lia, dan Amin
kegiatan kita selama dijakarta diskusi, diskusi masalah apa saja point-point penting yang ingin kita dapatkan di sana, di Universitas-universitas yang akan kita kunjungi di seoul.
***
sampailah pada hari keberangkatan,
pesawatnya boarding malam hari, sekitar pukul 23.35 waktu indonesia.
diperkirakan sampai Incheon pukul 06.35 waktu Seoul.
sampai di Incheon, kamu semua sarapan di Semacam rumah makan seperti itu, kami makan mie Udon (gw gak tau tulisan yang benernya gimana )
itu semacam mie gitu (gw udh nyebutin ya ?)
akh, gw bilang sih mie sagu (semacam mie tradisional orang melayu, gw gak tau asal-usul mie sagu itu darimana)
ah, kita lupain mie udon,
setelah sarapan kita ke Univ pertama
namanya Hankuk University of Foreign Study (HUFS)
disini saya menemukan sisi lain orang korea, pikiran mereka yang begitu global, HUFS ini merupakan Perguruan tinggi yang konsentrasinya ke Bahasa Asing (semacam Akademi Bahasa Asing Kalau di Indonesia )
dan ketika ditanya kenapa mereka memilih HUFS, mereka bilang, kami tidak yakin akan dapat pekerjaan dengan mudah dinegara ini (korea selatan. red) nanti . makanya kami belajar bahasa asing. dan menariknya di PT ini saya menemukan selain matakuliah wajib mereka adalah bahasa asing yang mereka ambil juga ada beberapa konsentrasi ilmu lagi yakni ekonomi, Sosial dan POlitik yang harus mereka pilih salah satunya (misal : Bahasa Arab+ Ekonomi), o iya. kebetulan kami ke mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di HUFS ini.
Kampus Berikutnya Yonsei University, di sini kami mengunjungi semacam oraganisasi yang khusus bergerak di bidang internasional. namanya YOnsei Global Lounge.
disini Presidentnya Wanita.
saya sempat berfoto bersama :)
Kampus YOnsei ini begitu luas, bahkan mereka punya Rumah Sakit Sendiri.
Proud of YOnsei.
di YOnsei kami bertemu Dosen pengajar asal Indo, namanya Kang apa , saya lupa, namun Mahasiswa sana memanggilnya Mr. Kang.
kampus Berikutnya Kyong Hee University (KHU)
KHU ini memiliki bangunan gaya arsitektur Eropa, bangunan yang terlihat megah dan Klasik.
disini KHU memiliki Meseum sendiri, Auditorium yang megah, Perpustakaan yang lengkap dan tentunya dengan sistem Teknologi yang sudah sangat baik sekali.
gw terkesima dengan KHU ini, (sempat terbesit dan optimis "gw bakal ngelanjutin S2 disini,mohon doanya)
dan Kampus terakhir
yaitu MyongJi University.
disini kami di pandu oleh Pi-aRnya PerPiKa (PPI KOrSel)
ka Vinny Namanya, doi ngambil Bahasa KOrsel di MyongJi, baru 6 Bulan katanya di Korea. tapi Bahasanya udah nyerocos aja, keren-keren.
dari semua universitas, gw nemuin satu hal yang sama, kampus mereka memiliki Organisasi Kewanitaan, yang mereka anggap itu penting untuk melindungi Hak-hak wanita dan segala bentuk diskriminasi wanita. Issue kesetaraan Gendre Juga merebak disana. bahkan sudah lama.
dan satu hal, di sana jarang banget demo langsung, mereka lebih senang mengkritisi pemerintah lewat media, blog, koran, tv dan lain-lain.
menurut mereka dengan kritik lewat media ini lebih "ngena."
dan lainnya, gw sempat naik SubWay (kereta Bawah tanah) disana, dan gw sangat takjub sekali, melihat transportasi di Negeri Kimchi ini yang begitu tertata dengan apik dan kesadaran para Masyarakatnya akan menjaga Lingkungan yang harus di Acungi Jempol banyak banget.
Penataan kawasan di Seoul yang begitu rapi dan perlu ditiru untuk kota-kota berkembang seperti PONTIANAK<>kota-kota lainnya di Indonesia.
ini sekilas poto-poto gw di sana. :)
hanya beberapa, koneksinya sedang lemot, gak kayak di KOrea yang terbaik didunia koneksi internetnya.
sekian dulu post kali ini kalau mood nulis tar gw nulis lagi. :)

Senin, November 08, 2010

Putih Abu-abu dan Pelangi !

Di post kali ini gw lagi kangen-kangenya sama anak-anak SMA gw dulu, SMA Negeri 1 Ngabang, terletak dijalan Veteran Ngabang, klo kamu tau Ngabang, cari aja Perumahan Abadi Permai (baca: Kuburan Cina). nah Sekolah gw tepat dibawahnya. :)
tapi walaupun sekolahnya dekat kuburan tidak menyeramkan kok suasananya.
ah, gw bener-bener kangen. :')
ok. sekarang gw mau ceritain teman2 gw yg gak bisa gw lupai mereka.
pertama temen-temen yg kita namain sendiri, Jomblo Komoniti. haha tapi kita gak jomblo cuma nama gang aja.
ada Leo, Wiwit (cowok), Epan dan gw sendiri.
kita temenan, udah lama sih dari kelas satu (skg kelas 10) dan sampai sekarang.
di SMA dulu kita selalu berempat, dan selalu ngerjain tugas berempat.
nge-Gang kita bukan yang negatif-negatif (misal: minum2an keras, narkoba, main wanita dll) tapi yang positif, kadang kita discuss bareng, belajar bareng, ngebahas pelajaran yg kita gak ngerti bareng. gitu.
cuma pas kelas 3 (skg 12) kita pisa kelas, ekh, epan sendiri aja sih yang beda kelas, aku, wiwit (cowok), Leo aja yang sekelas. tapi itu gak ngebuat pershabatan renggang. :)
baiklah, sekarang gw mau mengingat-mengingat pribadi mereka dulu. :)
dimulai dari Wiwit (Cowok)
nama lengkap dia adalah 'Eugenius Ewito' tentunya dia seorang cowok. tambahan lagi, kita ber4 cowok semua. wiwit ini seorang yang cool (Klo dia baca pasti langsung meninggal). wiwit seorang yg pintar dalam ilmu eksak. dia salah satu anak kebanggaan guru Fisika gw, pak Basri.
dan anak kebanggan GUru Kimia gw, bu Renta Sormin Siregar (gw ingat bgt namanya, gw pernah dimarah beliau)
wiwit sekarang berkuliah, dan nantinya gw yakin doi bakal jadi seorang guru yang hebat, yak guru KIMIA yang hebat, doi ngambil jurusan PEndidikan KImia di FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
buat yang pengen tau wajah wiwit. ini dia.

dan gw lagi butek nulis.
tar kita sambung lagi untuk menceritakan teman-teman gw yg lucu, gokil dan anak gahol. :))

Sabtu, November 06, 2010

Melihat sisi lain dari para Pendidik !

Jadi, sebelum kecerita, kita cuap-cuap dulu. Kemarin (Jumat, 5/11/10) kakak gw sms, gw diperintahkan kakak gw yang guru SMP Negeri 2 Ngabang, doi ngajar Math. Beliau dapat kabar bahwa ada seminar tentang Pendidikan gitu, gw diminta untuk mewakili dia, dan gw sih ok.ok aja.
datanglah gw keesokan harinya. dan ternyata. yang datang adalah GURU-GURU semua. (gw kagok ) gile ni,
dan tambah kagok lagi, pada saat acara dimulai, ternyara ini adalah DIKLAT, jadi ya, dibuat kelompok-kelompok gitu. sumpah brasa tua gw.
errghh.

OK, ini dia inti ceritanya.
jadi waktu acarnaya udah dimulai, pemateri mulai memaparkan materi yang diberikan, nama pematerinya gw lupa, pokoknya mantan KEPSEK SMAN 3 PONTIANAK. dan gw kan blm tau tu ilmu-ilmu yg diberikan, jadi sebagai orang yang gak tau, ya gw nanya dong, biar gak pada terkejut, gw nanya (tapi sebelumya gw blg gw mewakili kakak gw) dan tidak terjadi hal yg spesial disitu.
baru beberapa saat setelah materi diberikan, mulailah hal yang rada gak enak dihati gw.
kita para peserta dibagi menjadi 8 kelompok.
(sekilas kelompok gw, kita ada 12 org, sama gw lo ya, gw, pak guru SD 2 org, Pak Guru SMP 1 org, Ibu2 SD 5 Org, dan 2 Org Ibu2 SMA 2 org) dan yang buat gw rada gimana gitu. gw jadi pemimpin discuss, gile, sumpah umur gw masih 20 (baru oktober ini 20) dan mengarahkan orang-orang tua yang aduh, minta ampun gw, beragam tingkah polahnya.)
diskusi pun dimulai. gw yang mulai nanya2, materi discuss tentang Metode Pembelajaran yang baik.
si Ibu-ibu SD yang memang sejak awal datang sampe sesi discuss gak pernah diem (baca: nyerocos terus) curhat tentang keadaan sekolahnya . gw denger, smbil ibu yang lain nimpali ini itu.
inti dari cerita ibu itu adalah, mereka kewalahan mengajar anak-anak yang dalam satu kelasnya rame banget sekitar 40 orangan.
ibu-ibu baju ijo : macamane lah kita tak emosi, sekelas tu bah ramai sekali, 40 orang, mane ade yang ribot, kenak yang ngajarnye nyaman senang ati, sekali yang bebal. rase nak mati kite dibuatkannye. (ibu-ibu baju ijo curhat, sumpah gw brasa tua disitu)
baiklah, kemudian ibu yang lain menimpali tapi ikutan curhat gitu
ibu-ibu baju putih : iya bu, disekolah saya itu, sekelas juga sampai 40 orgm mana dak biasa stress saya dibuatnya (ibu ini mulai lebay), (gw dan bapak2 b3 lain diem). klo diswasta si enak, mereka tu disiplin.
(ok. klo gw ceritain bisa panjang dan boring bgt. jadi gw udahan. trus ini kesimpulan yang dapat diambil dari discuss kelompok gw tadi

belajar menyenangkan bagi siswa (khusus SD deh kayaknya)
1. Usahakan kondisi orang dikelas itu sesuai, jadi guru enak untuk mengaturnya
2. Usahakan untuk mengetahui latar belakang siswa yang diajarkan, agar untuk anak-anak yang memang berkelakuan khusus guru dapat memberikan metode belajar yang sesuai dengan kondisi anak
3. jaga hubungan baik dan sering-sering berkomunikasi dengan orang tua murid.
4. usahakan selalu ada contoh real bagi anak-anak ketika mengajar, agar anak tidak bosan.

sekian post kali ini, klo ada cerita menarik tar gw post lagi. :)

Rabu, Oktober 27, 2010

apa kita sudah tidak ber ETIKA??

Ini kali pertama di umur saya yang ke 20, saya menulis di blog yang telah lama ditinggalkan ini.
di postingan ini say ingin mencurahkan isi hati dan pikiran saya mengenai Rencana Studi Banding Anggota DPR yang terHORMAT ke YUNANI.

rencana kunjungan tersebut adalah anggota DPR ingin mempelajari ETIKA di YUNANI. pertanyaan saya sekarang apakah bangsa kita sudah tidak ber ETIKA ?
sampai kita harus belajar ETIKA dari negeri DEWA-DEWA itu. padahal katanya kita bangsa bermartabat, bangsa yang ramah dan sebagainya lagi.
miris mendengarnya.

Sekarang lagi. kita tengah ditimpa bencana yang silih berganti, masihkah mereka berpikir untuk pergi ke YUNANI ? kita lihat saja.